Admin

SELAMAT DATANG

Selamat datang di Coretan RD - saya senang Anda berada di sini, dan berharap Anda sering datang kembali. Silakan Berlama - Lama di sini dan membaca lebih lanjut tentang artikel yang Kami susun. Ada banyak hal tentang kami, Anda mungkin akan menemukan sesuatu yang menarik

Sekilas Tentang Admin

Nama saya Rilvan, Saya Bukan Seorang Blogger, Desainer atau Apapun Tapi Saya Hanya Seseorang Yang Ingin Selalu Belajar dan Ingin Tahu Sesuatu Yang Baru...

Welcome to My Blog Jangan lupa berikan saran kritik Anda terima kasih
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Elearning SMPN 1 Probolinggo

Selamat pagi semua para penerus bangsa Indonesia. Semangat yang terus membara mengantarkan kita untuk meraih cita-cita, bukannya begitu bukan ? Kali ini postingan saya, sya khususkan buat lembaga pendidikan yang sekaligus tempat saya bekerja yaitu di SMPN 1 Probolinggo sebagai salah satu guru TIK. Maka dari itu untuk menunjang proses pembelajaran saya akan implementasikannya itu pada pembelajaran E-learning dengan menggunan CMS (Content management system)lebih lengkapnya bisa baca disini. Jadi untuk lebih lanjutnya e-learning yang ada di SMPN 1 Probolinggo jangan beranjak dulu dari tempat Anda, heheehe :) Mari kita bahas terlebih dahulu apa sebenarnya E-learning itu? Tahukah Anda? E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.
E-learning yang ada di SMPN 1 Probolinggo menggunakan Aplikasi Claroline. disini dalam tampilan dan fasilitas yang digunakan sangatlah mudah dan memungkinkan user dapat menggunakannya dengan dukungan dalam pembelajaran yang menunjang dan membantu dalam proses pembelajaran. Elearning di SMPN 1 Probolinggo dalam penerapannya menggunakan Intranet atau melalui jaringan yang hanya bisa di akses di area SMPN 1 Probolinggo dengan akses offline dengan port 80 dan koneksi jaringan atau hotspot koneksi "LIMITEDACCESS" Dan yang satunya bisa diakses pula melalu online dengan alamat elearning smpn1 probolinggo
Dengan adanya elearning ini semoga penerapan pembelajaran yang ada di SMPN 1 Probolinggo dapat meningkatkan mutu pembelajaran yang ada di SMPN 1 Probolinggo.

Baca Selengkapnya...

Selasa, 22 Mei 2012

Dasar-dasar Frontpage

Aslmkum,,,, mengawali datangnya bulan Rajab. Khususnya bagi Anda yang muslim mari kita semua tingkatkan Iman & Takwa kita kepada Allah SWT dan di sunnahkan untuk Anda berpuasa sunnah Rajab. Mengisi luang waktu di bulannya Allah SWT, saya ingin memberikan sedikit ilmu tentang Microsoft Office Frontpage 2003. Latar belakang saya mengepostkan tulisan ini yaitu karena siswa saya khusunya kelas VIII mendapatkan pelajaran frontpage. Tidak panjang X lebar mari kita simak pelajaran dasar-dasar menggunakan micosoft office frontpage 2003FrontPage adalah sebuah program web Authoring berbasis WYSIWYG (What You See Is What You Get), artinya apa yang kita buat desainnya maka hasilnya di browser persis seperti desain kita. FrontPage merupakan salah satu program yang dikeluarkan oleh perusahaan Software Raksasa bernama Microsoft. Jadi jangan heran kalau program ini biasa disebut Microsoft FrontPage. Keunggulan FrontPage adalah mudah penggunaannya, memiliki tampilan yang mirip Microsoft Word. Bila Anda terbiasa menggunakan Microsoft Word, tidak terlalu mengalami kesulitan dalam menggunakan program ini. FrontPage sangat hemat untuk urusan pembuatan website statis, yaitu website yang bersifat satu arah, tidak memiliki sarana komunikasi antara pengunjung dengan pemilik situs. Itu dikarenakan kemudahan dalam pemakaiannya, serta Anda tidak perlu dipusingkan dengan urusan pembuatan kode-kode HTML dalam mendesain sebuah website sebab FrontPage secara otomatis akan membuatnya. Sudah tahukan Anda sekarang tentang gambaran atau pengertian dari sebuag frontpage.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menjalankan Microsoft FrontPage :, pertama kita klik Start > All Programs > Microsoft Office > Microsoft Office FrontPage 2003 . Secara otomatis akan terbuka sebuah lembar kerja baru yang masih kosong dengan nama new_page_1.htm. Untuk mengubah nama dapat dilakukan ketika kita melakukan penyimpanan lembar kerja. Lembar kerja dengan nama new_page_1.htm akan selalu muncul ketika kita membuka FrontPage, selanjutnya apabila kita membuka lembar kerja baru sementara new_page_1.htm masih terbuka maka yang muncul adalah new_page_2.htm, new_page_3.htm, dan seterusnya.

Untuk file download klik tombol di bawah ini :




Baca Selengkapnya...

Jumat, 06 April 2012

Lomba Blog Pribadi dari JIS Th 2012

Assalamu'alaikum...Selamat malam. Wah lumayan lama ne aku tertidur. Maksudnya lama gak posting. tapi spesial postingan kali ini. Saya khususkan buat siswa-siswi SMPN 1 RSBI Kota Probolinggo dalam mengikuti Lomba Blog Pribadi dengan tema "Pelayanan Kesehatan di Kota Probolinggo". Yuk kita lihat apa aja sih kriteria lombanya. Berharap SiswaQ dapat memenangkan lomba ini. Amin... Bagi Siswa yang menginginkan Syarat atau kriteria lomba dan Logo JIS (Jaringan Informasi Sekolah) dapat kalian lihat berikut. jangan beranjak meninggalkan postingan ini ya.
di catet y ne kriteria e....
LOMBA KOMPUTER HARDIKNAS 2012
TINGKAT SMP / MTs Negeri & Swasta Se-KOTA PROBOLINGGO

1. Format Lomba : “Pembuatan Blog Pribadi”
2. TEMA : “ Pelayanan Kesehatan di Kota Probolinggo”
3. SYARAT PESERTA
Siswa SLTP (SMP/MTs) Negeri / Swasta di Kota Probolinggo
Peserta merupakan peserta perorangan atas nama sekolah
Setiap sekolah diharapkan mengirimkan peserta sebanyak-banyaknya.
Biaya pendaftaran Rp. 25.000,- per peserta
4. KETENTUAN LOMBA
Blog dibuat berdasar kondisi Pelayanan Kesehatan di Kota Probolinggo
Pembuatan Blog selama bulan Maret-April 2012
Setiap peserta wajib membuat Blog Map / Skenario Blog / Bagan Blog.
Software yang digunakan bebas sesuai dengan kebutuhan peserta.
Halaman utama (Home) berisi profil pribadi yang dilengkapi identitas sekolah dan Logo JIS-Pro (bisa didownload di website Dinas Pendidikan Kota Probolinggo : www.dinaspdk-kotaprobolinggo.net Alamat blog serta print-out Blog Map diserahkan kepada panitia pada saat mendaftar.
Batas akhir penyerahan hasil karya adalah tanggal 23 April 2012.
Peserta & Guru Pembimbing wajib hadir di Aula Dinas Pendidikan Kota Probolinggo pada hari Sabtu, 28 April 2012 pukul 08.00 WIB. Bagi nominasi 10 blog terbaik berdasarkan keputusan Juri HARUS mempresentasikan hasil karyanya (Pengumuman 10 nominasi terbaik pada tanggal 27 April 2012).
5. KRITERIA PENILAIAN
Kelengkapan content (isi)
Tata Bahasa
Desain Grafis
Originality Blog
6. TEKNIS PENILAIAN
Seluruh Pembimbing dari peserta lomba di mohon untuk memberikan penilaian (Juri Votelock) pada saat presentasi 10 nominasi blog terbaik. Penilaian dilaksanakan pada Sabtu, 28 April 2012 pukul 08.00 WIB di aula Dinas Pendidikan Kota Probolinggo.
7. HADIAH
Juara I : Uang Pembinaan (Rp. 400.000) + Thropy + Piagam
Juara II : Uang Pembinaan (Rp. 300.000) + Thropy + Piagam
Juara III : Uang Pembinaan (Rp. 200.000) + Thropy + Piagam
8. TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN
Waktu pendaftaran dan penyerahan hasil karya : Senin – Jum’at (Pukul 08.00 – 12.00) Mulai tanggal 16 april s/d 23 April 2012
Tempat Pendaftaran : Skretariat JIS (Sebelah Kantor PGRI)
Jl. Hayam Wuruk No.63 Tlp. (0335) 7606731 (Depan SMP Negeri 3) Probolinggo

Download File Kriteria Lomba Blog dan Logo JIS

Silahkan Anda klik icon download berikut :



Baca Selengkapnya...

Kamis, 01 Maret 2012

Teori Belajar Pavlov dan Aplikasinya

1. Teori belajar Pavlov (Conditioning theory)
Ivan Petrovich Pavlov dilahirkan di Ryazan Rusia tanggal 18 September 1849. Pada tahun 1884 ia memulai penelitian mengenai fisiologi pencernaan. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikology behavioristik di Amerika. Karya tulisnya adalah Work of Digestive Glands (1902) dan Conditioned Reflexes (1927).
Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan.
Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme, dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya. Hal ini sesuai dengan pendapat Bakker bahwa yang paling sentral dalam hidup manusia bukan hanya pikiran, peranan maupun bicara, melainkan tingkah lakunya. Pikiran mengenai tugas atau rencana baru akan mendapatkan arti yang benar jika ia berbuat sesuatu (Bakker, 1985).
Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu, perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diiginkan. Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. Namun demikian, dengan segala kelebihannya, secara hakiki manusia berbeda dengan binatang.
Ia mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing, sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan, maka akan keluarlah air liur anjing tersebut. Kini sebelum makanan diperlihatkan, maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu, baru makanan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula.
Makanan adalah rangsangan wajar, sedang merah adalah rangsangan buatan. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnys air liur pada anjing tersebut. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons.
Pavlov berpendapat, bahwa kelenjar-kelenjar yang lain pun dapat dilatih. Bectrev murid Pavlov menggunakan prinsip-prinsip tersebut dilakukan pada manusia, yang ternyata diketemukan banyak reflek bersyarat yang timbul tidak disadari manusia.
Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasaan dapat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang dikondisikan. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan.

2. Hukum-hukum belajar Pavlov
Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :
1). Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
2). Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.

3. Aplikasi teori Pavlov
Aplikasi teori Pavlov terhadap pembelajaran siswa yaitu : mementingkan pengaruh lingkungan, mementingkan bagian-bagian, mementingkan peranan reaksi, mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon, mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya, mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan, hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan.

4. Kekurangan
Proses pembelajaran sangat tidak menyenangkan bagi siswa karena guru sebagai sentral, bersikap otoriter, komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. Murid dipandang pasif, Perlu motivasi dari luar, dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai belajar yang efektif. Guru tidak memperhatikan individual-differences.

5. Kelebihan
Cocok untuk pemerolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleks, daya tahan dan sebagainya. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk- bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian.


Baca Selengkapnya...

Rabu, 29 Februari 2012

Teori Belajar dan Aplikasi belajar Thorndike

Menurut Thorndike, belajar merupakan peristiwa terbantuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dan respon (R).
Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukan dalam sangkar diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaam (trial) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dulu.hal ini adalah hal yang paling mendasar dalam belajar. Teori Thorndike disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi.Thorndike mengemukakan bahwa asosiasi antara stimulus dan respons mengikuti hukum-hukum berikut:
a. Hukum kesiapan
yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh perubahan tingkah laku maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
b. Hukum latihan
Yaitu semakin sering suatu tingkah laku diulang/dilatih(digunakan) maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
c. Hukum Akibat
Yaitu hubungan stimulus respons cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.

Hukum Tambahan Thorndike
a. Hukum Reaksi Bervariasi
Pada individu diawali oleh proses trial dan error yang menunjukan adanya bermacam-macam respons sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi.
b. Hukum Sikap
Perilaku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif, emosi, sosial maupun psikomotor.
c. Hukum Aktivitas Berat Sebelah
Individu dalam proses belajar memberikan respon hanya pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi (respon selektif)
d. Hukum Respon by Analogy
Individu dapat melakukan respons pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan labih mudah.
e. Hukum perpindahan Asosiasi
Proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sekiki demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama.

PENERAPAN TEORI THORNDIKE
a. Guru harus tahu apa yang akan diajarkan, materi apa yang harus diberikan, respon apa yang diharapkan, kapan harus memberi hadiah atau membetulkan respon. Oleh karena itu tujuan pedidikan harus dirumuskan dengan jelas.
b. Tujuan pendidikan harus masih dalam batas kemampuan belajar peserta didik. Dan terbagi dalam unit-unit sedemikian rupa sehingga guru dapat menerapkan menurut bermacaam-macam situasi.
c. Agar peserta didik dapat mengikuti pelajaran, proses belajar harus bertahap dari yang sederhana sampai yang kompleks.
d. Dalam belajar motivasi tidak begitu penting karena yang terpenting adalah adanya respon yang benar terhadap stimulus.
e. Peserta didik yang telah belajar dengan baik harus diberi hadiah dan bila belum baik harus segera diperbaiki.
f. Situasi belajar harus dibuat menyenangkan dan mirip dengan kehidupan dalam masyarakat.
g. Materi pelajaran harus bermanfaat bagi peserta didik untuk kehidupan anak kelak setelah keluar dari sekolah.
h.Pelajaran yang sulit, yang melebihi kemampuan anak tidak akan meningkatkan kemampuan penalarannya.
Kelebihan
Dengan sering melakukan pengulangan dalam memecahkan suatu permasalahan, anak didik akan memiliki sebuah pengalaman yang berharga. Selain itu dengan adanya sistem pemberian hadiah, akan membuat anak didik menjadi lebih memiliki kemauan dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Baca Selengkapnya...

Jumat, 20 Januari 2012

Ribbon Hero 2 to learn Office 2007 & 2010

Assalamu'alaikum..Salam terhangat buat Anda semua. Seperti kali ini postingan terhangat untuk blog ini pula. Saya yakin bahwa Anda semua memiliki Office sebagai software pengolah kata baik di PC ataupun notebook. Dan saya rasa lisensi Microsoft coorporation lah yang paling banyak digunakan dalam membantu setiap orang melakukan pekerjaan berkenaan dengan pekerjaan pengolah kata dan angka. Namun pertanyaannya, apakah Anda sudah menguasai benar aplikasi Microsoft Office tersebut ? Dan kali ini saya akan rekomendasikan untuk postingan saya dengan pembahasan tentang kiat atau cara mudah untuk mengasah kemampuan Anda dalam menjalankan Microsoft Office khususnya Office 2007 & 2010 melalui Plug in dari Microsoft langsung sebagai bahan ajar atau tuntunan belajar Anda. Mari kita simak lebih lanjut
Ribbon Hero 2 merupakan aplikasi tambahan yang dibuat oleh microsoft dengan tujuan agar pengguna produknya yaitu Microsoft Offce 2007 & 2010 dapat dengan mudah dipelajari. Anda pasti masih bertanya, terus bagaimana gambaran detailnya mengenai Ribbon Hero 2? Ok, saya akan jelaskan. Ribbon Hero 2 disini banyak manfaat yang anda dapatkan, meliputi :
1. Ribbon Hero 2 akan langsung menjadi plug in di dalam office 2007 / office 2012, sehingga Anda dengan mudah menjalankannya.
2. Tujuan dari aplikasi ini yaitu, banyak orang mengatakan bahwa aplikasi ini merupakan permainan / game education, sebab aplikasi ini akan menantang Anda semua dalam penggunaannya.
3. Anda disini ibarat menjadi assisten dari Microsoft yang mempunyai beberapa tugas dan harus diselesaikan. Tugas-tugas tersebut memiliki beberapa tingkatan / level semakin Anda bisa mengerjakan level berikutnya akan terbuka. Begitupula dengan pen skor-an melalui dari pertanyaan yang dijawab apakah langsung bisa atau dapat menjawabnya atau dengan hint atau bantuan. Dengan kita meminta bantuan maka skor untuk menyelesaikan tugas akan dikurangi.
4. Aplikasi ini sangat fleksibel dan menyeluruh dalam mengikuti pelajaran yang akan mengasah otak dan kemampuan Anda untuk dibawa kedalam pelajaran Word, Excel, PowerPoint, atau OneNote. Selain itu informasi yang didapat akan menambah ilmu buat Anda.
5. Mungkin no 1-4 itu gambaran besar kelebihan dari Ribbon Hero 2 menurut saya. untuk lebih lanjutnya atau masih banyak kelebihan yang lainnya. Anda mungkin dapat mencobanya sendiri. Saya yakin Anda pasti penasaran.

Download Ribbon Hero 2 to learn Office 2007 & 2010

Jika Anda Menginginkan Ribbon Hero 2 to learn Office 2007 & 2010 ini. dapat mendownloadnya dengan mengklik tombol download di bawah ini. Jika kurang jelas dengan kalimat postingan ini, Anda dapat meninggalkan komentar di bawah postingan ini. Terima Kasih...

file download Ribbon Hero 2 to learn Office 2007 & 2010


Baca Selengkapnya...

Kamis, 12 Januari 2012

Transkul Free Edition™

Bagi anda seorang pengawas, kepala sekolah, guru, tentor, atau teknolog pembelajaran, mungkin software ini wajib untuk dimiliki. Software transkul merupakan software dalam kategori pendidikan. Software ini digunakan untuk mencari kemudahan dalam mengolah informasi dan keuangan sekolah. Software ini free edition alias gratis tak perlu bingung untuk membuatnya secara manual dan penuh ribet. Dengan software Transkul Anda akan disuguhi beberapa fiture yang sangat membantu dalam informasi dan pengelolaan dalam bidang pendidikan. Maka dari itu baca smua artikel ini hingga selesai ya.
Sebelumnya Anda jangan kawatir bagaimana cara menggunakannya, disamping anda tidak paham benar tantang dunia IT sebagai user. Menurut saya itu bukan alasan yang tepat jika anda tidak bisa maka software ini tidak dapat pula digunakan. kata tidak untuk itu, kuncinya hanya jika Anda memiliki niat yang tinggi maka hal tersebut pasti bisa saya akan membantu Anda sekalian dengan mencantumkan link download file berformat (pdf) yaitu cara instalasi sampai cara penggunaan secara detail dan bahasa penyampaian yang mudah dimengerti.
Fitur / Master dari Transkul meliputi :
1. Konfigurasi Sekolah
Konfigurasi sekolah berisi data-data yang berhubungan dengan sekolah data yang ada akan digunakan sebagai identitas sekolah pada sistem transkul.
2. Data Kelas
Data kelas berfungsi untuk mengisi data kelas yang ada pada sekolah. Pengisian kelas inilah yang pertama kali harus dilakukan sebelum melakukan pengisian data siswa.
3. Data Siswa
Data siswa berfungsi untuk mengelompokkan setiap siswa per-kelasnya masing-masing dan juga untuk mencari siswa.
4. Data Jenis Pembayaran
Data jenis pembayaran berfungsi untuk memasukkan data jenis pembayaran yang akan dilakukan oleh siswa.
5. Data Petugas/Pengguna Aplikasi
Data Petugas/Pengguna Aplikasi berfungsi untuk memasukkan data petugas yang akan menggunakan aplikasi Transkul. Ada dua status petugas, yaitu ADMIN dan PETUGAS. ADMIN dapat menjalankan secara keseluruhan dari aplikasi, sedangkan PETUGAS hanya dapat mengakses beberapa saja dari aplikasi seperti Pembayaran dan Laporan.
6. Pembayaran dan Daftar Ulang
Pada form pembayaran inilah proses transaksi siswa dilakukan, jenis pembayaran ini mengambil dari beberapa data yang sebelumnya telah dimasukkan antara lain Data
Siswa, Data Kelas, Data Jenis Pembayaran, dan Harga jenis Pembayaran. Oleh karena itu, proses transaksi dapat dilakukan saat semua data di atas telah diisikan.

Rekomendasi dari menggunakan ini software / Spesifikasi sistem minimum
Spesifikasi minimum untuk dibutuhkan infrastruktur sebagai berikut:
• 1.60 GHz Pentium
• 512 Mb RAM
• OS: Windows XP, Windows VISTA, Windows 7
[*] tested OS Windos 7 Home Premium

Jika Anda merasa masih belum mengerti untuk menjalankan program ini. Program ini sudah dilengkapi dengan menu Bantuan yang memungkinkan memberikan tutorial step by step

Download Software Transkul Free Edition™

Jika Anda Menginginkan Hanacaraka v 1.0 ini. dapat mendownloadnya dengan mengklik tombol download di bawah ini. Untuk Keterangan Instalasi sudah saya cantumkan pada file downloadnya. Jika kurang jelas dengan kalimat postingan ini, Anda dapat meninggalkan komentar di bawah postingan ini. Terima Kasih...

Password mediafire :
Password file [.rar] :

Untuk file download klik tombol di bawah ini :




Untuk file download tutorial transkul klik tombol di bawah ini :

Baca Selengkapnya...

Senin, 19 Desember 2011

Hanacaraka v 1.0 Pembelajaran Aksara Jawa™

Ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu yang terus mengalir pada jiwa dan berniat untuk terus menyebarluaskan ilmu tersebut dengan tujuan baik pula. Karena dengan saling berbagi kita akan selalu menemukan arti kebajikan yang sebenarnya. Sesuai dengan judul postingan kali ini saya akan berikan software ini kepada Anda sekalian tentang Pembelajaran Aksara Jawa Menggunakan Software Hanacaraka v 1.0 yang dibuat oleh Dinas Kebudayaan DIY th 2005. Bagi Anda yang berdomisili dan suku Jawa, saya rasa Software Hanacaraka v 1.0 ini dapat membantu Anda mempelajarinya. dan Bagi Anda yang bukan berdomisili di daerah Jawa dan Suku lain Anda juga berhak untuk memilikinya karena Program ini cocok bagi Anda yang pemula ataupun yang sudah profesional. Karena desain dan fitur Program ini mudah dipelajari dan untuk menjalankannya. Untuk mengunduh dan mengenal lebih dalam, mari kita bahas secara mendalam.
Hanacaraka v 1.0 merupakan program pembelajaran aksara Jawa yang telah dibuat pada tahun 2005 untuk Dinas Kebudayaan Propinsi Yogyakarta. Ada pun menu atau fitur yang ditawarkan meliputi :
1. Konversi Aksara
[konversi Latin-Jawa dan konversi Jawa-Latin]
Konversi Aksara memungkinkan Anda untuk secara cepat mengubah tulisan latin menjadi aksara Jawa. Andapun dapat memasukkan file teks bertipe .txt dari komputer Anda untuk langsung dikonversi menjadi Aksara Jawa.
Langkah Konversi Aksara :
1. Secara Langsung
Yaitu dengan cara mengetikan teks yang akan dikonversi menjadi aksara Jawa pada kolom pertama. Apabila anda menggunakan karakter é, seperti pada penggunaan kata lélé, maka gunakan tombol [tombol Huruf é] untuk memasukkannya. Atau dapat digunakan konfigurasi penekanan tombol Alt + 0 + 2 + 3 +3.
Setelah selesai tekan tombol Konversi, maka hasil konversi dapat dilihat pada kolom kedua.
2. Dari File .txt
Cari file bertipe .txt yang akan Anda konversi dengan menekan tombol setelah muncul file tersebut tekan tombol Konversi, maka hasil konversi dapat dilihat pada kolom kedua.
2. Pengenalan Aksara Carakan
Menu pengenalan aksara ini membantu Anda dalam mengingat dan mengenal aksara Jawa. Interaksi pengguna yang ditampilkan dalam bentuk seperti kalkulator memungkinkan Anda dapat belajar aksara secara cepat dan tepat.
Aksara Carakan Merupakan 20 aksara pokok yang bersifat silabik (kesukukataan) yang digunakan di dalam ejaan bahasa Jawa.
- Aksara Swara Yaitu lima buah aksara yang digunakan untuk menuliskan aksara vokal yang menjadi suku kata, terutama yang berasal dari bahasa asing, untuk mempertegas pelafalannya.
- Angka Jawa Merupakan menu untuk menulis angka-angka dalam aksara Jawa
- Aksara Murda Aksara murda dipakai untuk menuliskan nama gelar dan nama diri, nama geografi, nama lembaga pemerintahan, dan nama lembagaberbadan hukum.
- Sandangan Merupakan tanda diakritik yang dipakai sebagai pengubah bunyi di dalam tulisan Jawa. Di dalam tulisan Jawa aksara yang tidak mendapat sandangan diucapkan sebagai gabungan antara konsonan dan vokal a.
- Pasangan Aksara Pasangan merupakan aksara yang berfungsi untuk menghubungkan suku kata tertutup konsonan dengan suku kata berikutnya kecuali suku kata yang tertutup wignyan, layar, dan cecak.
Fungsi Tombol :
[Tombol Hapus] Untuk menghapus seluruh aksara yang telah dituliskan. Apabila Anda mengalami kesalahan dalam penulisan dapat digunakan tombol ini.
[Tombol Copy] Untuk mengkopi aksara yang telah ditulis ke dalam format lainnya seperti .txt dan .doc atau ke dalam pengeditan soal-soal latihan.
3. Latihan Soal
Menu Soal Latihan pada program membantu Anda untuk mengingat aksara Jawa. Terdapat tiga tingkatan keahlian yaitu: Pemula, Menengah, dan Lanjut. Pilihan ini disesuaikan dengan kemampuan Anda. Banyaknya soal dan lama pengerjaan dapat dikonfigurasi pada menu 'Konfigurasi' pada tampilan utama program.
Pemula
Secara default, soal-soal yang ditampilkan pada tingkatan pemula sebanyak 5 buah soal secara acak dengan tiga buah pilihan setiap soalnya. Durasi pengerjaan soal yaitu 100 detik. Pada tingkatan pemula soal yang ditampilkan lebih menekankan pada pengingatan bentuk dan macam aksara Jawa.
Menengah
Secara default, soal-soal yang ditampilkan pada tingkatan menengah sebanyak 7 buah soal secara acak dengan tiga buah pilihan setiap soalnya. Durasi pengerjaan soal yaitu 100 detik. Pada tingkatan menengah soal yang ditampilkan lebih menekankan pada penggabungan aksara membentuk sebuah kata dasar.
Lanjut
Tingkat lanjut dikhususkan untuk tingkatan mahir dengan jumlah soal yang ditampilkan sebanyak 9 buah secara acak dan dengan tiga buah pilihan setiap soalnya. Durasi pengerjaan soal yaitu 100 detik. Soal yang ditampilkan pada tingkat lanjut juga merupakan kombinasi pertanyaan berbahasa Jawa dengan jawaban menggunakan aksara.

Selain 3 fiture tersebut kita diberikan pula fiture konfigurasi. Dimana menu konfigurasi ini berfungsi untuk kita yang dapat merubah database soal. baik mengeset dari jumlah pertanyaannya ataupun waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan soal tersebut.
Berikutnya yaitu menu edit soal yang berfungsi untuk dapat kita manfaatkan membuat soal sendiri dengan mengedit dari pilihan jenis soal pemula, menengah dan tingkat lebih lanjut. Fiture ini dilengkapi dengan penambahan jawaban yang benar sesuai kita inginkan.
Jika Anda merasa masih belum mengerti untuk menjalankan program ini. Program ini sudah dilengkapi dengan menu Bantuan yang memungkinkan memberikan tutorial step by step

Download Software Hanacaraka v 1.0

Jika Anda Menginginkan Hanacaraka v 1.0 ini. dapat mendownloadnya dengan mengklik tombol download di bawah ini. Untuk Keterangan Instalasi sudah saya cantumkan pada file downloadnya. Jika kurang jelas dengan kalimat postingan ini, Anda dapat meninggalkan komentar di bawah postingan ini. Terima Kasih...

Password mediafire :
Password file [.rar] :

Untuk file download klik tombol di bawah ini :










Baca Selengkapnya...

Minggu, 11 Desember 2011

Childsplay for Child Education

Dunia pendidikan haruslah kita hidupkan di mulai dari dini sampai saat ini. Usia dini merupakan usia dimana suatu karekter anak mulai terbentuk. Anak usia dini sangatlah peka terhadap apa yang dia lakukan. Dan kita sebagai calon orang tua, ataupun sebagai orang tua di rumah maupun di sekolah. Kita dituntut untuk bisa mengajak dan mengarahkan anak didik kita untuk dapat bersosialisasi dan berpikir secara alamiah, karena cara berpikir anak tersebut dapat mempengaruhi daya ingat yang mengarah ke semangat anak untuk dapat memilih dunia hidupnya di masa depan. Semoga postingan saya kali ini dapat membantu Anda semua dengan tujuan software pendidikan yang menghibur putra-putri Anda (usia dini) melalui game pendidikan ini. Nama softwarenya "Childs Play". Untuk mengetahui software ini Anda diharap jangan beranjak dulu dari halaman ini, simaklah postingan lebih lanjut.
Dari nama Softwarenya Anda pasti bisa menebak kalau software ini diperuntukkan untuk user usia dini/Anak-anak pastinya dengan didampingi Anda. Software ini sangat membantu bagi putra-putri Anda atau anak didik Anda. Karena Software ini memiliki fitur yang mendidik bagi anak-anak. Tampilan yang di desain simple dan penuh warna dengan fitur yang tidak membingungkan pengguna akan membuat putra-putri anda sebagai penggunanya merasa senang dan nyoman serta tidak merasa membosankan. Mereka dapat dengan asyik memainkan game ini pastinya menambah ilmu dan pengetahuannya disamping dibimbing dan diarahkan Anda dalam penggunaannya.
Adapun Software "Childs Play" yang dikemas didalamnya memiliki log in atau pengisian identitas pemain agar mudah mengenali dan menyapa putra-putri Anda saat memainkan dan Childs Play memiliki beberapa permainan diantaranya :
1. A Memory Game. (Permainan yang mengasah kecekatan daya ingat Anak Anda dalam menebak dan mencocokkan gambar dalam mengklik picture box yang trtutup)
2. A sound memory game. (Permainan yang mengasah daya ingat anak dalam menentukan suara yang diklik dan dipilih atau mencocokkan suara yang sama pada suatu pilihan)
3. An old-fashioned pong-game. (Permainan bola yang dapat mengasah kecekatan anak dalam kecepatan untuk mempertahankan bola yang memantul di areanya)
4. An falling letters game. (Permainan yang mencocokan huruf dimana huruf dengan mengklik huruf yang tepat)
5. A game where you hear a sound and have to click on the corresponding letter.(Sebuah permainan di mana Anda mendengar suara dan harus klik pada huruf yang sesuai)
6. A game where you match a sound to an animal.(Sebuah permainan di mana Anda mencocokan suara yang kita dengar untuk binatang)
7. A game where you practise writing simple words.(Sebuah permainan di mana Anda berlatih menulis huruf/kata-kata sederhana yang muncul, Anda diharap bisa mengetik di keyboard sesuai huruf yang muncul)
8. A game where you find letters in a maze. (Sebuah permainan di mana Anda menemukan huruf dalam labirin)
9. A game in which you practice assembling a picture puzzle. (Sebuah permainan di mana Anda berlatih merangkai gambar teka-teki)
10. A game Aquarium mouse training. (Sebuah permainan yang melatih Anak untuk mengklik ikan-ikan yang muncul pada Aquarium)

Saya yakin Anda pasti tertarik dengan game freeware ini dalam mendidik putra-putrinya. Game Pendidikan ini dapat Anda miliki dengan mendownloadnya. Saya harap setelah Anda mendownload untuk meninggalkan komentar, karena komentar Anda sangat bermanfaat bagi saya sebagai bahan evaluasi blog ini. Apabila kurang jelas dengan kalimat postingan ini dapat pula Anda berikan komentarnya. Terima Kasih atas kunjungannya.


Download Childsplay for Child Education
Jika Anda menginginkan game ini dapat Anda download, dengan cara klik tombol download di bawah ini.






Baca Selengkapnya...

Jumat, 09 Desember 2011

Wink™ make Presentation

Mengisi waktu luang dengan memanfaatkan ilmu yang pernah didapat dengan cara "ngeblog". Cerita sedikit ya, Waktu saya kuliah di Universitas Negeri Malang (UM) jurusan S1 Teknologi Pendidikan tepatnya angkatan 2007 dan Alhamdulillah bulan Oktober 2011 yang lalu sudah lulus. Nah, salah satu cerita yang masih saya ingat yaitu ada salah satu dosen yang memberikan matakuliahnya dengan penerapan pembelajaran konstruktivisme, beliaunya bernama Henry Praherdhiono,S.Si, M.Pd, Matakuliah pernah saya ikuti yaitu Manajemen Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Komputer (CBI), Pengembangan Belajar Online_E-Learning, Pengembangan Multimedia Pembelajaran. Saya sangat terkesan dengan cara proses pembelajaran beliaunya yang selalu menugaskan kepada mahasiswa untuk membuat tutorial presentasi. Sehingga beliaunya memfasilitasi kami untuk menggunakan software Wink™. Anda pasti penasaran Apa yang menarik dari software tersebut? dan apa saja manfaatnya? seperti biasa, mari kita simak lebih lanjut.

Wink™ adalah perangkat lunak untuk pembuatan presentasi dan tutorial bagi Anda dalam menggunakan perangkat lunak suatu program yang lain karena software ini merekam dengan cara screen shoot dalam hitungan waktu (per second, per menit). Sebuah presentasi Wink yang dihasilkan dapat menggambarkan bagaimana menggunakan perangkat lunak yang ada sesuai dengan pembuatan tutorial yang kita inginkan. Pada tutorial presentasi yang telah dibuat/dihasilkan melalui wink kita dapat menambahkan komentar dan penjelasan pada presentasi untuk lebih menjelaskan pada konsep dan penggunaan kepada pengguna akhir.

Ada berbagai tujuan untuk jenis-jenis presentasi :
· Pengiklanan.
· Perangkat lunak Tutorial untuk kelas.
· Dokumentasi perangkat lunak untuk melengkapi dokumentasi tertulis.
· Menjawab pertanyaan tentang penggunaan program visual.
Output yang dihasilkan/hasil render dari format Wink adalah Macromedia flash (*.swf),Windows exetutables (*.exe), uncompressed Macromedia flash (*.swf).
Saya kira anda akan memahaminya jika anda langsung mencobanya, saya yakin Anda bisa menggunakan software ini karena software wink ini sudah dilengkapi dengan panduan penggunaannya melalui menu toolbar Help>user guide.

Download Software Wink™ Full
Jika Anda Menginginkan Software Wink™ ini. dapat mendownloadnya dengan mengklik tombol download di bawah ini. Jika kurang jelas dengan kalimat postingan ini, Anda dapat meninggalkan komentar di bawah postingan ini. Terima Kasih...

file download for Windows (version 2.0 build 1060)



file download for Linux (version 1.5 build 1060)

Baca Selengkapnya...

Senin, 21 November 2011

Quiz Creator v4.2.1 Full Keygen

Alhamdulillah, kita bertemu lagi. Gimana kabar anda semua? Semoga keadaan anda sekarang lebih baik dari yang kemarin, dan semoga selalu diberikan kesehatan dan umur panjang. Amin. Kalian tahu gak bahwa setiap orang pasti memiliki suatu cita-cita. seperti kita duduk di bangku Taman kanak-kanak (TK) yang cita-catanya ingin kelak setinggi langit. Dan saya sendiri cita-cita ingin menjadi seorang guru. doakan ya semua moga impian atao cita-cita saya dan anda kan tercapai, amin. Kita langsung saja pada topik utama postingan di siang hari ini akan membahas media pembelajaran elektronik pembuatan secara portable dalam membantu seorang guru membuat "Soal pertanyaan Materi Ajar" sebagai evaluasi pembelajaran yang telah berlangsung. Mari kita bahas secara detail mengenai software yang akan dipergunakan.
Software ini bernama "Quiz Creator" bagi anda yang dapat memahami kata quiz creator sendiri. saya yakin anda bisa menebak kegunaan dari software ini. Betul sekali, bahwa software Quiz Creator dengan v4.2.1 ini dipergunakan dalam membuat berbagai quiz dari berbagai macam jenis kuisnya. Software ini sangat membantu bagi anda yang seorang guru, pembimbing belajar, dan pengembang pembelajaran, dll. Saya kira software ini sangat dibutuhkan dalam membantu untuk mengetahui rvaluasi pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Software ini full version jadi software ini diberikan kepada anda secara gratis pula. Quiz Creator sangat mudah untuk dipergunakan bagi anda yang pemula maupun profesional dalam dunia IT.
Adapun Kelebihan atau fasilitas yang diunggulkan dalam software ini, yakni :
1. Pada menu "create new quiz" berarti kita akan memulai membuat akun pertanyaan yakni kuis pertanyaan. Quiz creator memiliki berbagai jenis pertanyaan meliputi :
(a) true/false; (b) Multiple choise; (c) Multiple Respon; (d) Fill In the blank; (e) Matching; (f) Sequence; (g) Word blank; (h) click map; (i) Short essey; (j) blank page.
2. Memungkinkan software Quiz creator dapat mengimport file excel.
3. Dapat membuat akun survey.
4. dan masih banyak fasilitas yang belum saya sebutkan 1 per 1.

Jika anda tertarik untuk mendapatkan file Software Quiz Creator 4.2.1 secara full version. Anda dapat mengklik tombol download di bawah ini :
Password mediafire :
Password file [.rar] :




Dan untuk mendownload keygen Quiz creator dan cara instalasinya agar menjadi full version dapat download di :





Baca Selengkapnya...

Minggu, 10 Juli 2011

Artikel Skripsi by Rilvan Uzwardani

PENERAPAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING)

UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN SAINS “SIFAT-SIFAT CAHAYA” DI SDN POHSANGIT NGISOR KABUPATEN PROBOLINGGO

Rilvan Uzwardani*

Anselmus J.E Toenlioe**

Agus Wedi***

*Alumnus TEP FIP Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145,

e-mail : realdea_12@ymail.com / 085655948080

**Jurusan TEP FIP Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145,

e-mail :

***Jurusan TEP FIP Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang 65145,

e-mail :

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah: Meneliti penerapan CTL untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Sains. Meneliti penerapan CTL untuk meningkatkan hasil belajar dalam pelaksanaan pembelajaran Sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas dalam penerapan CTL pada pembelajaran sains siswa kelas V dengan pokok bahasan sifat-sifat cahaya yang dilaksanakan pada 2 siklus. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2010/2011. Hasil penelitian dalam pelaksanaan tindakan siklus I terdapat kekurangan pada aspek appersepsi atau motivasi, pengelolaan kelas yang dilakukan guru belum maksimal, waktu yang kurang efisien, siswa kurang aktif dalam bertanya dan menjawab, pemodelan pembelajaran oleh guru yang kurang. Dilakukan perbaikan pada pelaksanaan tindakan siklus II. Sehingga pada pelaksanaan tindakan siklus II proses belajar mengajar pada aktivitas dan hasil belajar siswa lebih baik.

Kata Kunci: penerapan ctl, aktivitas, hasil belajar.

Mata pelajaran Sains merupakan pelajaran yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga Sains bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip tetapi merupakan suatu proses penemuan. Menurut Johnson (2010: 35) sebagian besar tugas seorang guru adalah menyediakan konteks. Semakin mampu para siswa mengaitkan pelajaran-pelajaran akademis mereka dengan konteks ini, semakin banyak makna yang akan mereka dapatkan dari pelajaran tersebut. Jadi pelajaran yang guru ajarkan dapat siswa manfaatkan dengan melakukan penemuan sendiri sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuannya sendiri pula. Namun pada kenyataannya di lapangan penulis melakukan penelitian untuk mengobservasi pembelajaran yang berlangsung di SDN Pohsangit Ngisor Kabupaten Probolinggo melalui observasi wawancara kepada guru kelas V yaitu Bapak Slamet Nuryana, S.Pd pada tanggal 3 Februari 2011, diperoleh sejumlah kesimpulan berikut.

Guru masih menggunakan metode konvensional dalam menerapkan pelajaran sains meskipun guru sebenarnya memahami tentang beberapa teori metode pengajaran. Sehingga permasalahan yang muncul siswa kurang aktif atau siswa cenderung pasif dalam menerima pelajaran. Suasana kelas tampak ramai atau gaduh. Dalam proses pembelajaran yang berlangsung siswa merasa takut untuk mengajukan pertanyaan dan pendapat untuk menjawab pertanyaan baik dari guru maupun siswa lainnya.

Pada umumnya guru adalah orang yang merasa serba tahu dan menentukan segala hal yang dianggap penting bagi siswa, karena dalam pelaksanaan proses belajar mengajar guru cukup dengan mempelajari melalui buku yang kemudian disampaikan kepada siswa. Ini merupakan permasalahan karena siswa hanya dapat menerima materi dari guru, sehingga siswa hanya terdiam dan bersikap pasif atau tidak aktif selama pembelajaran berlangsung. Dalam proses pembelajaran, guru pada umumnya masih menerapkan metode tradisonal. Pengajaran selama di kelas guru menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi pelajaran. Menurut Piaget (dalam Hasibuan dan Mudjiono, 1994) pengetahuan dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka fungsi intelek semakin berkembang. Jadi dengan mengetahui permasalahan dari observasi yang peneliti lakukan. Peneliti melakukan perbaikan pada pembelajaran di SDN Pohsangit Ngisor dengan penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Menurut Komalasari (2010) Pembelajaran Kontekstual merupakan konsep belajar mengajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikan pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran Sains adalah memadukan antara pengalaman proses pengetahuan alam dan pemahaman produk pengetahuan alam yang siswa lakukan. Agar siswa lebih memperoleh pengetahuan yang lebih dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Johnson (2010) “CTL adalah suatu pendekatan pendidikan yang berbeda, melakukan lebih daripada sekadar menuntun para siswa dalam menggabungkan subjek-subjek akademik dengan konteks keadaan mereka sendiri”. Kelebihan dari pendekatan ini adalah hasil pembelajaran diharapkan alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dengan konsep tersebut guru tidak hanya sekedar memberikan informasi tetapi lebih banyak berurusan dengan strategi untuk membantu siswa mencapai tujuannya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan aktivitas belajar siswa dan peningkatan hasil belajar siswa selama dilakukan tindakan dengan penerapan CTL. Sehingga manfaat yang diharapkan (1) bagi siswa, memudahkan dalam memahami dan menguasai konsep sifat-sifat cahaya melalui pengalaman nyata dalam pembelajaran; (2) Bagi guru, memberi konsep yang jelas mengenai pendekatan kontekstual sebagai upaya untuk mengembangkan ilmu pendidikan; (3) Penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, sebagai salah satu acuan dalam upaya meningkatkan mutu sekolah secara institusional; (4) bagi peneliti, memberikan sumbangan pengalaman tentang penelitian ini serta menambah wawasan untuk kemampuan bagi penulis dalam permasalahan di bidang pendidikan.

METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas. Menurut Aqib (2006) dalam bahasa inggris PTK diartikan Classroom Action Research, disingkat CAR. Oleh karena ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut yaitu penelitian untuk mencermati objek, tindakan yaitu sesuatu kegiatan gerak, Kelas sekelompok orang yang sedang belajar. Menurut Arikunto, dkk (2010) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan melalui proses dinamis yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi Alur (langkah). Penelitian tindakan kelas diharapkan mampu mengatasi hambatan dan kelemahan metode penelitian pada umumnya. Metode pengumpulan data sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian, karena dengan penggunaan atau pemilihan metode pengumpulan data yang tepat akan diperoleh data yang relevan, akurat, dan reliabel.

Pada penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Pohsangit Ngisor dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tipe kolaborasi. Kehadiran peneliti pada penelitian ini sebagai observer atau sebagai peneliti. Tugas peneliti adalah memperbaiki proses pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dan guru sebagai pelaksana tindakan selama proses belajar mengajar berlangsung di kelas. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V dengan jumlah siswa ada 35 siswa dan guru sebagai pelaksana tindakan. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) metode observasi; (2) metode wawancara; (3) metode dokumentasi dan (4) metode test. Pelaksanaan penelitian ini diterapkan pada pembelajaran Sains pokok bahasan “Sifat-sifat cahaya” kelas V dengan pelaksanaan tindakan per siklus yaitu siklus I dan berakhir pada siklus II untuk sesuai dengan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa yang lebih baik per siklusnya.

HASIL

Hasil analisis data deskriptif dari pelaksanaan sebelum diberikan tindakan yaitu aktivitas siswa kelas V SDN Pohsangit Ngisor pada pembelajaran Sains menunjukkan aktivitas siswa rendah. Pengamatan yang peneliti lakukan selama pembelajaran berlangsung yaitu saat pembelajaran di mulai dan sampai akhir pembelajaran berakhir. Hasil observasi pada aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung siklus I. Aspek yang di amati mencangkup aktivitas siswa secara keseluruhan kelas, Aktivitas siswa dalam diskusi kelompok secara individu.

Berdasarkan analisa data aktivitas belajar siswa kelas V pada pembelajaran Sains pokok bahasan “Sifat-sifat cahaya” dapat diketahui perbandingan atau peningkatan pada pelaksanaan siklus I dan siklus II sebagai berikut :

Dari data hasil pengamatan deskripsi aktivitas siklus I pelaksanaan pembelajaran sains masih ada kekurangan tentang :

· Pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan indikator Kedisiplinan siswa mulai displin masuk kelas tepat waktu melakukan salam dan berdoa sebelum pelajaran berlangsung Namun Sikap sopan selama pelajaran berlangsung perlu adanya nasehat yang perlu ditingkatkan.

· Pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan indikator Kesiapan siswa menerima pelajaran sudah mengalami peningkatan terutama perhatian siswa kepada guru saat pelajaran berlangsung.

· Pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan indikator Keaktifan siswa sudah lebih baik pada saat mengikuti proses pembelajaran, mengemukaan pendapat, bertanya, dan berinteraksi aktif dalam diskusi

· Pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan indikator kemampuan siswa melakukan praktek dan diskusi yaitu pelaksanaan praktikum yang dilakukan siswa sudah mengalami peningkatan namun siswa perlu mempertimbangkan waktu yang disediakan guru agar hasil kerja kelompok maksimal

· Pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan indikator keadaan siswa dengan lingkungan belajar saat pelajaran berlangsung siswa sudah merasakan senang dan mengikuti pelajaran dengan baik itu terlihat antusias siswa mengikuti pelajaran. Namun lingkungan kelas yang ramai siswa sulit menerima materi yang dipelajari

· Pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan indikator kemampuan siswa mengerjakan test yaitu siswa sudah mampu mengerjakan test sendiri namun perlu adanya peningkatan belajar terhadap siswa agar siswa lebih serius mengerjakan soal test dengan tepat waktu

· Pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan indikator kegiatan siswa di akhir pelajaran yaitu pada akhir pelajaran siswa bersama-sama melakukan kesimpulan dan perbaikan selama praktikum dilaksanakan bersama kelompok dengan baik.

Dari data hasil pengamatan deskripsi aktivitas siklus I pelaksanaan pembelajaran sains masih ada kekurangan tentang kedisiplinan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, waktu yang dipergunakan dalam diskusi dan mengerjakan soal test, lingkungan belajar yang masih kurang kondusif.

Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan tindakan siklus II dapat disimpulkan sebagai berikut :

· Pada pelaksanaan siklus II guru lebih mengarahkan siswa untuk menggali pengetahuan melalui bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru atau siswa lainnya. Sehingga siswa lebih tampak aktif dan kritis dalam mengomentari hasil kerja kelompok.

· Guru sudah dapat mengelola kelas dengan baik. Se­hingga siswa nyaman mengikuti pelajaran serta memperhatikan penjelasan guru dengan lebih semangat. Suasana kelas sudah tidak ramai karena guru mampu mengkondisikan kelas dengan kondusif.

· Guru lebih kreatif dalam membimbing siswa selama pembelajaran berlangsung dengan memberikan pemodelan dengan berbagai sumber. Sehingga siswa dapat memahami materi pelajaran sains dengan baik dan dapat menyerap pengetahuan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

· Guru lebih membimbing dan mengarahkan siswa dalam kerjasama kelompok. Sehingga siswa dapat menemukan sendiri pengetahuan dari praktikum kelompok secara aktif dan siswa senang, tidak bosan dalam mempelajari pelajaran sains.

· Hasil dari nilai aktivitas dan hasil belajar siswa lebih meningkat dari pelaksanaan pembelajaran sebelumnya.

Dari data hasil pengamatan deskripsi aktivitas siklus II pelaksanaan pembelajaran sains sudah terlaksana dengan baik mulai awal kegiatan sampai akhir kegiatan pembelajaran dan perlu adanya peningkatan aktivitas siswa lagi selama pembelajaran berlangsung.

Tabel 4.10 Perbandingan Aktivitas Belajar Siswa Kelas V SDN Pohsangit Ngisor pada Siklus I dan Siklus II

Aktivitas Siswa

Siklus I

Siklus II

Sangat aktif

11,1 %

22,2 %

Aktif

55,5 %

66,6 %

Cukup aktif

22,2 %

11,1 %

Kurang aktif

11,1 %

-

Jumlah

100%

100%

Berdasarkan Tabel 4.10 Perbandingan Aktivitas Belajar Siswa Kelas V SDN Pohsangit Ngisor pada Siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan pada pelaksanaan tindakan siklus II. Maka dengan ini penerapan CTL pada siswa kelas V sudah terlaksana dengan baik

Tabel 4.11 Peningkatan Aktivitas Sikap Siswa Dalam Diskusi Kelompok Pada Siklus I dan II

Indikator

Siklus I

Siklus II

Baik

Cukup

Kurang

Baik

Cukup

Kurang

Kedisiplinan

51,4 %

45,7 %

2,85 %

85,7 %

11,4 %

2,8 %

Tanggungjawab

51,4 %

40 %

8,5 %

85,7 %

14,2 %

2,8 %

Toleransi

45,71%

37,14 %

17,14 %

60 %

37,1 %

2,8 %

Kerjasama

57,14%

40 %

2,85 %

60 %

40 %

-

Perhatian

62,85%

37,14 %

-

74,2 %

25,7 %

-

Jumlah

268,5

200

31,4

Rata-rata

53,7 %

40 %

6,2 %

72,5 %

25,7 %

1,7 %

Berdasarkan Tabel 4.10 Peningkatan Aktivitas Sikap Siswa Dalam Diskusi Kelompok Pada Siklus I dan II mengalami peningkatan pada pelaksanaan tindakan siklus II. Maka dengan ini penerapan CTL pada siswa kelas V sudah terlaksana dengan baik

Berdasarkan hasil observasi pada siklus I diketahui hasil belajar siswa pada saat diberikan soal test sebelum (pre test) pelaksanaan Siklus I dengan sesudah (post test) yaitu hasil belajar dari materi pelajaran yang sudah diterima siswa sebagai berikut :

Tabel 4.5 hasil belajar siswa dalam pelaksanaan tindakan siklus I

Pelaksanaan test

Jumlah Siswa

Ketuntasan Siswa

Tidak tuntas

Rata-rata Kelas

Pre Tes I

35

40 %

60%

63,7

Pos Test I

35

74,3 %

25,7 %

70,8

Berdasarkan tabel diketahui bahwa pelaksanaan sebelum dilakukan tindakan yaitu Ketuntasan siswa kelas V belum tuntas secara klasikal karena ketuntasan siswa ≤ 85% (kurang dari 85%).

Berdasarkan hasil observasi pada siklus I dan II diketahui hasil belajar siswa pada saat diberikan soal test sebelum (pre test) pelaksanaan Siklus I dan II dengan sesudah (post test) yaitu hasil belajar dari materi pelajaran yang sudah diterima siswa sebagai berikut :

Tabel 4.12 Peningkatan hasil belajar siswa dalam pelaksanaan tindakan Siklus I dan II

Pelaksanaan Tindakan

Ketuntasan Siswa (%)

Tidak tuntas (%)

Rata-rata Kelas

Data Nilai Ulangan Siswa Dari Sekolah

28,57 %

71,42 %

64

Pre test Siklus I

40 %

60 %

63,7

Post Test Siklus I

74,3 %

25,7 %

70,8

Pre test Siklus II

51,4 %

48,6 %

64,5

Post Test II

88,6 %

11,4 %

79,4

Berdasarkan tabel peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN Pohsangit Ngisor ketuntasan siswa pada data ulangan sekolah 28,57% , pada siklus I peneliti juga melakukan pretest dengan ketuntasan 40% dan post test 74,3 % dengan selisih peningkatan 34,3 sedangkan siklus II ketuntasan pada pelaksanaan pre test 51,4 % dan post test 88,6 % dengan selisih peningkatan 37,2. Tidak tuntas pada pada data ulangan sekolah ada 71,42 %, pada siklus I pretest 60 % dan post test 25,7 % dengan selisih peningkatan 34,3. Sedangkan siklus II angka tidak tuntas pada pre test 48,6 % dan post test 11,4 % dengan selisih peningkatan 37,2. Rata-rata kelas pada data ulangan sekolah 64, pada siklus I rata-rata kelas pre test ada 63,7 dan post test 70,8 dengan selisih peningkatan 7,1. Sedangkan nilai rata-rata siklus II rata-rata kelas pre test ada 63,7% dan post test 79,4 dengan selisih peningkatan 14,9.

Kesimpulannya pada hasil belajar untuk pelaksanaan Siklus I dan II sudah mengalami peningkatan dalam ketuntasan siswa hasil belajar. Hal ini berarti hasil belajar siswa kelas V melalui penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar.

PEMBAHASAN

Pembahasan pada penelitian ini yaitu tentang penerapan CTL (contextual teaching and learning) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran sains “Sifat-sifat cahaya” di SDN Pohsangit Ngisor Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan data dari penemuan peneliti selama proses belajar mengajar yang berlangsung dari tiap tindakan, meliputi peningkatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, kinerja guru dalam mengelola pembelajaran, peningkatan hasil belajar siswa selama pembelajaran.

Peningkatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran sains dimulai sebelum diberikan tindakan yaitu ditemukan kurangnya aktivitas siswa serta hasil belajar siswa selama belajar mengajar berlangsung dan hasil belajar dibawah SKM masih banyak. Sehingga pada pelaksanaan tindakan siklus I, dari permasalahan tersebut dijadikan pedoman bagi penulis dan guru.

Hasil analisis data deskriptif dari pelaksanaan sebelum diberikan tindakan yaitu aktivitas siswa kelas V SDN Pohsangit Ngisor pada pembelajaran Sains menunjukkan aktivitas siswa rendah. Pengamatan yang peneliti lakukan selama pembelajaran berlangsung yaitu saat pembelajaran di mulai dan sampai akhir pembelajaran berakhir. Kedisiplinan siswa pada saat masuk kelas tidak tepat waktu, sikap sopan siswa selama pembelajaran masih kurang sehingga menyebabkan kelas ramai karena siswa sering bergurau, kesiapan siswa dalam menerima pelajaran masih kurang. Siswa kurang perhatian pada saat guru menjelaskan materi pembelajaran, keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar belum baik dikarenakan keaktifan siswa yang kurang pada saat bertanya, menjawab dan berinteraksi kepada siswa atau guru, kemampuan siswa melakukan praktikum yaitu tidak terlaksana dengan baik, siswa cenderung banyak bergurau dan tidak serius dalam pelaksanaannya sehingga keadaan lingkungan belajar siswa tidak nyaman. Siswa merasa bosan dengan pelajaran sains, dan tidak adanya motivasi atau semangat dalam diri siswa mengikuti pelajaran sains karena siswa pada kenyataannya kurang terlibat langsung pada berbagai kegiatan selama belajar. Guru hanya memberikan soal test kepada siswa dengan materi yang disampaikannya. Namun materi belum di pahami oleh siswa. Pada kegiatan akhir pembelajaran siswa masih pasif mengikuti pembelajaran. Dalam hal ini guru lebih dominan mengajar ketimbang aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung sehingga tidak nampak akan keaktifan siswa.

Sehingga dari permasalahan pembelajaran sebelum diberikan tindakan, peneliti bersama guru melakukan perbaikan dan menerapkan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Diharapkan dengan penerapan CTL siswa dapat meningkatkan keaktivan dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Johnson (2010) CTL membantu para siswa menemukan makna dalam pelajaran mereka dengan cara menghubungkan materi akademik dengan konteks kehidupan keseharian mereka. Mereka membuat hubungan-hubungan penting yang menghasilkan makna dengan melaksanakan pembelajaran yang di atur sendiri, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif, menghargai orang lain, mencapai standar tinggi dan berperan serta dalam tugas-tugas penilaian autentik.

Pelaksanaan tindakan siklus I pada penerapan CTL sudah mengalami peningkatan keaktifan siswa dari awal dimulai pembelajaran siswa sudah mulai masuk kelas tepat waktu. Siswa sudah memperhatikan penjelasan guru dalam mengikuti proses pembelajaran. Namun bimbingan dan kreatif guru dalam mengelola kelas harus diperhatikan agar suasana lingkungan belajar siswa lebih kondusif. Ini terbukti pada pelaksanaan tindakan siklus II. Bahwa pelaksanaan pembelajaran mulai banyak peningkatan terutama peningkatan aktivitas siswa dari tiap siklus. Pada pengamatan aktivitas siswa kelas V dalam mengikuti pembelajaran sains, di dapatkan data pada siklus I aktivitas siswa dengan kategori sangat aktif mencapai 11,1 %, aktif 55,5 % Namun pada pelaksanaan pembelajaran masih ada siswa mendapatkan kriteria cukup 22,2 % dan kurang aktif 11,1 %. Sehingga dari kekurangan yang didapat pada siklus I diperbaiki dalam pelaksanaan pembelajaran siklus II. Sehingga pada siklus II peningkatan nilai siswa meningkat untuk kriteria sangat aktif 22,2 % atau naik 11,1 , aktif 66,6 % atau naik 11,1 cukup 11,1 % dan siswa kurang aktif sudah tidak tampak .

Hal ini juga mengalami peningkatan pada penilaian aktivitas sikap siswa dalam diskusi kelompok pada siklus I dengan perolehan kriteria baik dengan rata-rata 53,7 %, cukup 40 % dan kurang 6,2 %. Dan perolehan nilai meningkat pada siklus II menjadi 72,5 % keaktivan siswa dalam diskusi kelompok sudah baik, 25,7 % cukup dan 1,7 % kurang aktif. Dengan demikian keaktifan siswa kelas V SDN Pohsangit Ngisor selama proses pembelajaran dengan menggunakan penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) sudah meningkat.

Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran sains di kelas V dalam menerapkan model pembelajaran CTL Contextual Teaching and Learning) pada pelaksanaan siklus I dan II sudah mengalami peningkatan. Pengelolaan kelas yang dilaksanakan guru mulai dari awal pembelajaran sampai berakhirnya pembelajaran mengalami peningkatan. Hal ini dilakukan pada perbaikan pada kinerja guru di siklus I yaitu guru masih belum bisa mengkondisikan siswa dalam proses pembelajaran, guru belum maksimal memotivasikan siswa, guru belum maksimal menggunakan waktu yang ada. Sehingga pada siklus II peneliti bersama guru mengevaluasi pelaksanaan kinerja guru melalui pengamatan observasi untuk diperbaiki. Dan hasil dari pelaksanaan siklus II lebih baik dari pelaksanaan siklus I. Ini terbukti dari hasil data penilaian aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran sudah mengalami peningkatan pula.

Pada perolehan hasil belajar siswa pelaksanaan sebelum diberikan tindakan pada pelaksanaan siklus I. Siswa diberikan soal pre test I sebelum menerima materi pelajaran pada siklus I. Data ketuntasan siswa sebanyak 14 siswa dengan prosentase ketuntasan secara klasikal 40 %. Dan data siswa tidak tuntas dalam pelaksanaan pre test I sebanyak 21 siswa dengan presentase ketidaktuntasan secara klasikal 60 % dengan rata-rata kelas 63,7. Dengan demikian rata-rata nilai yang di dapat siswa kelas V dibawah nilai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu 65 di SDN Pohsangit Ngisor. Serta presentase ketuntasan pada pelaksanaan pre test I yang diperoleh belum mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu dengan nilai ≥ 85%. Sedangkan hasil belajar pada post test siklus I diperoleh data ketuntasan siswa sebanyak 26 siswa dengan prosentase ketuntasan secara klasikal 74,3%. Dan data siswa tidak tuntas dalam pelaksanaan post test I sebanyak 9 siswa dengan presentase ketidaktuntasan secara klasikal 25,7 % dengan rata-rata kelas 70,8. Dengan demikian rata-rata nilai kelas di atas SKM sekolah yaitu 65. Dan belum mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu ≥ 85%

Pada pelaksanaan siklus II hasil belajar dari pre test II data ketuntasan siswa sebanyak 18 siswa dengan prosentase ketuntasan secara klasikal 51,4 %. Dan data siswa tidak tuntas dalam pelaksanaan pre test II sebanyak 17 siswa dengan presentase ketidaktuntasan secara klasikal 48,6 % dengan rata-rata kelas 64,5. Dengan demikian rata-rata nilai yang di dapat siswa kelas V dibawah nilai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu 65 di SDN Pohsangit Ngisor. Serta presentase ketuntasan pada pelaksanaan pre test II yang diperoleh belum mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu dengan nilai ≥ 85%. Sedangkan penilaian hasil belajar pada pemberian post test pada siklus II diporoleh data ketuntasan siswa sebanyak 31 siswa dengan prosentase ketuntasan secara klasikal 88,6 % Dan data siswa tidak tuntas dalam pelaksanaan post test Siklus II sebanyak 4 siswa dengan presentase ketidaktuntasan secara klasikal 11,4 % dengan rata-rata kelas 79,4. Dengan demikian rata-rata nilai yang di dapat siswa kelas V sudah di atas nilai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) yaitu 65 di SDN Pohsangit Ngisor. Serta presentase ketuntasan pada pelaksanaan post test Siklus II yang diperoleh sudah mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu dengan nilai ≥ 85%.

Dengan demikian penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SDN Pohsangit Ngisor dengan penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:

· Siswa kelas V SDN Pohsangit Ngisor Kabupaten Probolinggo telah mengalami peningkatan aktivitas dan hasil belajar melalui penerapan CTL.

· Siswa lebih aktif dan kritis karena selama proses belajar mengajar siswa lebih terlibat langsung selama kegiatan. Serta guru kreatif dalam mengarahkan siswa untuk menggali pengetahuannya sendiri.

· Hasil belajar siswa kelas V SDN Pohsangit Ngisor Kabupaten Probolinggo dengan menerapkan model pembelajaran CTL (Contextual Teching and Learning) pada pembelajaran Sains meningkat dari pelaksanaan tindakan siklus I ketuntasan hasil belajar siswa 74,3 % dan pelaksanaan tindakan siklus II ketuntasan hasil belajar siswa 88,6%.

Peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut:

· Dalam proses pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) diharapkan peran guru lebih kreatif dalam memotivasi siswa agar dapat menemukan pengetahuannya sendiri

· Untuk mendukung proses pembelajaran yang baik diperlukan media pembelajaran yang menarik agar siswa tidak bosan dan lebih memahami materi yang akan di pelajari.

· Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) sebagai upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.

Aqib, Zainal. 2006. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru. Bandung : Yrama Widya.

Hasibuan, JJ & Moedjiono. 1986. Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remadja Karya CV.

Johnson, E. B. 2010. CTL Contextual Teaching & Learning Menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasikkan dan Bermakna. Bandung : Kaifa.

Komalasari, K. 2010. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung : PT Refika Aditama.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung :Alfabeta.

Sukidin, Basrowi, dan Suranto. 2007. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Insan Cendekia.

Tim Penyusun Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Edisi Kelima. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel Makalah, Tugas akhir, Laporan Penelitian Edisi Kelima. Malang : UM Press.


Baca Selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Terima kasih telah berkunjung.
Jangan Lupa komentarnya ya.
by Rilvan And Diah